“Stafsus itu nanti dibagi per sektor. Jadi ada yang menangani sektor pertanian, ada yang menangani sektor ekonomi, ada yang menangani sektor pendidikan, tapi itu tugas komplementernya. Tugas utamanya adalah mengawal kebijakan bapak gubernur khususnya Kartu Huma Betang,” jelas Reza.
Ia menuturkan, program Kartu Huma Betang merupakan program strategis yang memuat berbagai layanan penting bagi masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga bantuan pangan. Karena itu diperlukan sumber daya yang mampu memastikan program berjalan optimal di lapangan.
“Karena Kartu Huma Betang itu selain janji politiknya bapak gubernur, Kartu Huma Betang itu juga banyak sekali program-program strategis, ada kesehatan di situ, ada pendidikan di situ, ada bantuan pangan di situ dan lengkaplah pokoknya,” ujarnya.
Terkait jumlah kebutuhan tenaga ahli, Reza menyebut berdasarkan hasil pertemuan gubernur bersama mahasiswa, organisasi Cipayung, BEM dan HIMA se-Kalimantan Tengah, sementara direncanakan sebanyak 17 orang tenaga ahli.
“Seperti arah pertama dengan hasil pertemuan antara bapak gubernur dan para mahasiswa, rekan-rekan Cipayung, BEM, HIMA se-Kalimantan Tengah itu kemarin 17 tenaga ahli,” ungkapnya.
Para tenaga ahli tersebut nantinya akan dibagi ke dalam sekitar tujuh hingga delapan sektor. Setiap sektor dimungkinkan diisi satu hingga dua orang sesuai kebutuhan.

