“PTM terbatas karena esensialnya terbatas, berarti ada pengaturan jumlah kehadiran siswa di Sekolah. Metode yang digunakan daring dan luring, tatap muka dan tatap maya. Salah satu contoh, 1 ruang kelas yang normalnya 36 siswa, dimasa pandemi ini dengan status PPKM Level 2 dan Level 3, kita membagi 50 persen saja, yakni 18 orang didalam kelas dan 18 siswa di rumah. Jadi ada daring dan ada luring”, jelas A Syaifudi.

“Harapan kita setiap waktu kita evaluasi, kalau berjalan dengan baik, tidak ada temuan macam-macam, persentasi kehadiran lebih ditingkatkan lagi, mungkin jadi 60 persen dan 40 persen yang daring”, pungkas Plt. Kadisdik Kalteng.

Pada kesempatan tersebut, Wagub menyapa siswa SMA/SMK/SLB yang melaksanakan PTM terbatas di Kabupaten/Kota se-Kalteng melalui video conference. Usai meninjau pencanangan PTM terbatas di SMAN 1 Palangka Raya, Wagub didampingi Plt. Kadisdik Prov. Kalteng dan Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Prov. Kalteng meninjau pencanangan PTM terbatas di SMKN 2 Palangka Raya.

www.lintasberita1.com #TIM#