“Kami ingin menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan. Yang mengajarkan toleransi, kasih sayang, semangat religius, dan memperkuat jati diri kita sebagai masyarakat Kalimantan Tengah yang belom bahadat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan harus menjadi ruang yang merangkul semua golongan, tanpa membedakan suku, agama, ataupun status sosial.

“Kita berada dalam rumah besar huma betang, yang mengajarkan bahwa perbedaan adalah kekuatan. Di sinilah nilai nasionalisme dan Indonesia Raya kita harus terus hidup. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tambah Reza.

Di akhir pernyataannya, Reza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dari pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, kita akan melahirkan generasi emas Kalimantan Tengah yang berani, berilmu, dan berakhlak,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com