Selain pembebasan biaya pendidikan, Pemprov Kalteng juga gencar meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti penyaluran TV interaktif, papan tulis digital, hingga panel surya bagi sekolah yang belum teraliri listrik.

Tak hanya itu, Pemprov juga menyediakan perangkat Starlink guna menjangkau internet di daerah blank spot, serta alat transportasi seperti speedboat, perahu klotok, dan bus sekolah untuk sekolah-sekolah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan konsistensi Pemprov dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif.

“Kita ingin program ini berdampak nyata. Seluruh kebijakan dan bantuan diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari pembiayaan pendidikan hingga fasilitas penunjang yang memadai,” ungkap Reza saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/4/2025).

Lebih lanjut, Reza menyatakan bahwa generasi muda Kalteng merupakan aset berharga yang harus mendapatkan pelayanan dan dorongan optimal agar mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi pintu masuk menuju masa depan yang maju dan setara, namun tetap berpijak pada kearifan lokal dan nilai-nilai luhur.