Peserta Roadshow(MMC)

H. Nuryakin menyebutkan, prevalensi stunting di Kalteng merupakan yang tertinggi kelima di Indonesia. Hal ini terlihat dari tahun 2013, dimana Kalimantan Tengah sebesar 41,3 dan tahun 2018 turun menjadi 34,04. Berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator PMK RI nomor 25 Tahun 2022, Provinsi Kalimantan Tengah tidak masuk dalam prioritas, tetapi masuk dalam kategori perluasan penanganan kemiskinan ekstrim. Namun berdasarkan data BPS, kemiskinan ekstrim di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan, dimana data tahun 2021 sebesar 0,60%. Sekda mengatakan data tahun 2022 sebesar 1,15%.

H. Nuryakin berupaya untuk mengurangi kemiskinan dengan menggunakan beberapa program lintas daerah. Salah satu program ini disebut “P3KE”. Program ini akan mendapatkan data BNBA (nama, alamat) masyarakat yang sangat miskin sehingga program-program Sekda dapat lebih spesifik dan efektif dalam penanggulangan kemiskinan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy yang hadiri Roadshow secara virtual(MMC)

Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menceritakan betapa banyak masyarakat yang sangat miskin di Kabupaten Seruyan dan Murung Raya, dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan 1,98 persen, dan angka stunting di Murung Raya 40,9 persen. Jika semua orang bekerja sama, angka kemiskinan dan prevalensi stunting bisa ditekan. Dia mengatakan kita semua harus bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.