“Diharapkan akan muncul ikon baru pada kawasan Bundaran Besar yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman pada saat ini, dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal khas Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kalteng ini juga menyebut, pembangunan/renovasi Bundaran Besar Palangka Raya ini merupakan salah satu wujud pengembangan kawasan sejarah yang modern, yang menjadi upaya bersama membangun serta mewujudkan Kalteng Makin BERKAH.

Gubernur Kalteng Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan/Renovasi Bundaran Besar Palangka Raya
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Prov. Kalteng Shalahuddin saat menyampaikan laporan/Foto/Tim/lintasberita1.com

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Prov. Kalteng Shalahuddin menyampaikan dalam laporannya bahwa tujuan pembangunan/renovasi Bundaran Besar Palangka Raya ini adalah untuk menata dan pengembangan kawasan publik serta untuk memenuhi kebutuhan akan bangunan modern dengan fasilitas pendukung pembangunan bersejarah yang memadai, sehingga kebutuhan akan ruang publik dan fasilitas umum dapat tertata dan terwujud dengan baik.

“Pembangunan/renovasi Bundaran Besar nantinya akan berupa iconic modern dengan tambahan antara lain bangunan manara Talawang, bangunan museum dan biorama, amphitheater (tempat duduk menonton pertunjukan), air kolam serta taman untuk penghijauan kota tanpa merubah eksisting tugu Bundaran yang sudah ada,” katanya.

Sebagai informasi Bundaran Besar Palangka Raya, Kalteng memiliki luas tapak sekitar 1,75 Hektar, dengan kondisi tapak berada di tengah kota dan menjadi pertemuan/persimpangan dari enam jalan. Kegiatan pembangunan/renovasi ini akan dilaksanakan selama 540 hari (kalender) dengan menggunakan anggaran pada tahun anggaran 2022-2024 senilai Rp96.854.500.000,00.