Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam laporannya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menko PMK dan jajaran Kemenko PMK serta Sekretaris Kabinet dan jajarannya yang telah menginisiasi serta mengawal proses penyusunan Inpres Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN.
Inpres Nomor 1 Tahun 2022 sebenarnya menunjukkan bahwa program Indonesia Sehat atau JKN merupakan program strategis pemerintah yang berdampak besar bagi masyarakat sehingga keberlanjutannya memiliki keterlibatan pemangku kepentingan baik di tingkat Nasional maupun Daerah. Keterlibatan pemangku kepentingan diharapkan dapat menjaga ekosistem yang sehat dan ideal bagi terselenggaranya Program JKN KIS bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Terkait dengan terbitnya Inpres Nomor 1 tahun 2022 kami telah menyampaikan sosialisasi pada tanggal 26 januari 2022, sehingga diharapkan implementasi Inpres tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh jajaran di BPJS Kesehatan dan kerjasama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan” ucap Ali Gufron.
Ali Gufron mengatakan pada 2021 mencapai 235,7 juta orang memiliki indeks kepuasan di atas 80%, Hingga 31 Desember 2021, jumlah iuran yang diterima telah mencapai 139,55 triliun T. Sementara itu, terdapat 23.430 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bersinergi dan 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

