Hal tersebut mencakup perpustakaan berbasis online dengan mempersiapkan koleksi digital dan tentunya harus memiliki sumber daya pendukung seperti jaringan/wifi dan tenaga teknisinya.
Wakil Ketua Komisi Hj. Siti Nafsiah, mengatakan bahwa terkait keberadaan perpustakaan di beberapa daerah memang butuh perhatian peningkatan sarana -prasarana.
Pihaknya ucap Nafsiah, mendorong menanamkan minat baca dari sejak usia TK dan SD dan diupayakan peningkatan Perpustakaan di provinsi dan kabupaten dan kota.
Sementara itu Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing mengungkapkan bahwa keberadaan perpustakaan memang tergerus dengan zaman. Oleh karenanya dia mendukung tentang konsep perpustakaan dan pengarsipan yang lebih modern serta berbasis digital.
“Selain itu sumber daya pendukung seperti listrik dan jaringan tentunya harus menjadi yang utama dalam rangka mendukung perpustakaan yang lebih modern,” uungkapnya.
Ditambahkan Edwin Yustian, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gumas, bahwa sejak Covid 19 melanda layanan perpustakaan juga terkena dampak, dan saat ini pihaknya tetap melakukan terobosan dalam pembinaan perpustakaan desa.
Diungkapkan selain membuka perpustakaan pengunjung yang terbatas, pihaknya juga melaksanakan perpustakaan keliling berkunjung ke sekolah-sekolah, pelatihan bahasa Inggris, membuka gerai baca di taman kota Kuala Kurun dan lainya dengan tetap melakukan prokes yang ketat.

