Sudarsono berharap agar pihak pemprov dan pemkab dapat membantu PLN mewujutkan target tersebut dengan shering biaya pembangunan tiang atau jaringan listrik di wilayah masing-masing.
Diterangkan Sudarsono, bahwa berdasarkan informasi dari pihak perwakilan PLN, dari total 1571 desa di Kalteng hanya 1078 desa yang sudah teraliri listrik atau masih ada 493 desa yang belum teraliri listrik saat ini.
Dimana pada tahun 2021 ini PLN kembali menargetkan akan memasang jaringan listrik ke 35 desa tersebar di beberapa kabupaten dan 10 desa diantaranya di Kabupaten Gunung Mas yang saat ini dalam proses kegiatan dilapangan sedangkan kearah Kasongan sudah selesai.
Sementara itu anggota Komisi II dari Partai Perindo, Sengkon juga mengingatkan agar pihak PT. SKS (PLTU Kalteng-1) dan PLN dapat memprioritaskan jaringan listrik bagi warga sekitar dan Kabupaten Gunung Mas dan Katingan khususnya.
“Jaringan ke Katingan sudah, harapan kami agar bagi warga Gunung Mas juga diperhatikan, tidak hanya bagi kabupaten lain saja,”ucapnya.
Ia mendorong percepatan pemasangan jaringan tambahan dari PLN bagi warga Desa Tumbang Kajuie dan warga Gunung Mas umumnya.
Sementara itu Direktur PT. SKS selalu perusahaan pengelola PLTU Kalteng -1 di Desa Kajuei Kabupaten Gunung Mas Nugroho, mengatakan bahwa PLTU yang ada saat ini memiliki kotrak kerjasama dengan PLN selama 25 tahun, setelah 25 tahun maka PLTU tersebut diserahkan ke PLN.

