Dalam diskusi, sejumlah aspek strategis turut menjadi perhatian, di antaranya penguatan infrastruktur rantai dingin berupa cold storage, pabrik es, dan sarana transportasi berpendingin. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menjaga mutu dan kesegaran produk perikanan sejak dari sentra produksi hingga sampai kepada konsumen.

Selain itu, Komisi II menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi. Pelaku usaha, termasuk UMKM perikanan, didorong untuk mengembangkan produk olahan sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan atau produksi dalam bentuk bahan mentah.

Penguatan akses pasar juga menjadi bagian dari pembahasan. Pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran serta pengembangan kemitraan antara koperasi nelayan dan pembudidaya dengan pelaku industri maupun jaringan ritel menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar produk perikanan daerah.

Aspek standardisasi dan sertifikasi produk turut menjadi perhatian. Fasilitasi pemenuhan standar pengolahan serta sertifikasi yang diperlukan dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran produk perikanan Kalteng ke pasar yang lebih luas.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah, mengatakan hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam pembahasan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan.