Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Kelompok Kerja Perumahan, Permukiman, Air Minum, dan Sanitasi (Pokja PPAS) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Program PPSP TA dalam rangka mengidentifikasi kendala, tantangan, dan rencana perbaikan program juga untuk mempersiapkan perencanaan tahun 2025. Pertemuan tersebut berlangsung secara daring dan luring di Hotel Luwansa Palangka Raya pada Jumat (24/11/2023).
Leonard S. Ampung, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Bappelibang Prov. Kalteng), dalam sambutan pembukaan kegiatan menyatakan bahwa program PPSP merupakan program pembangunan sanitasi komprehensif yang mencakup baik aspek pemerintahan di tingkat pusat dan daerah, yang melibatkan seluruh sektor baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat.
Leonard menyatakan, program PPSP dikoordinasikan oleh provinsi dan kabupaten/kota melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) di daerah, dengan tujuan mengarusutamakan pembangunan sanitasi untuk menjamin aksesibilitas bagi seluruh masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa perencanaan sanitasi di tingkat provinsi melibatkan pembuatan Peta Jalan Sanitasi Provinsi (RSP). Peta jalan ini menjadi pedoman bagi kebijakan pembangunan sanitasi di provinsi tersebut. Saat ini RSP Kalteng Tahun 2023-2027 masih dalam tahap finalisasi dengan koordinasi dari Dinas PUPR. Selanjutnya di tingkat kabupaten atau kota, dokumen perencanaan sanitasi berbentuk Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK). Strategi ini menjadi acuan bagi kabupaten dan kota dalam upaya pembangunan sanitasi untuk mencapai target akses sanitasi nasional di daerahnya masing-masing.

