“Ketiga, mendorong masyarakat khususnya para perempuan untuk lebih bijaksana dalam memahami kondisi terkini dan fakta di lingkungan sekitarnya, sehingga dapat mengaplikasikan pemahamannya kepada keluarga dan lingkungan terdekat sebagai daya cegah dan tangkal terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme, baik di dalam kehidupan nyata maupun media sosial,” tuturnya.
Keempat, sambung Khairil Anwar, membuka peserta untuk terus menjadi perempuan teladan optimis walau di masa pandemi COVID-19, dan tetap produktif memiliki kecakapan digital menjadi agen perdamaian.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)
Halaman

