Dalam kesempatan yang sama, Kristina Grobmann menyampaikan bahwa Kalimantan, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, masih menghadapi kendala yang cukup berarti dalam mencapai keadilan sosial dan lingkungan. Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di wilayah ini diperlukan strategi yang komprehensif dan inklusif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, masyarakat setempat, dan sektor swasta.

“Empat tantangan tersebut meliputi tantangan lingkungan, yaitu mengalami deforestasi parah akibat perluasan perkebunan kelapa sawit dan karet; tantangan keadilan sosial, yaitu masyarakat setempat yang sering kali mengalami kesulitan dalam mengakses pasar dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan; tantangan pendidikan dan keterampilan, yaitu masyarakat yang masih belum memiliki pemahaman yang baik tentang literasi lingkungan; dan tantangan kolaborasi dan inovasi pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Saring yang ditemui terpisah menyatakan dukungan penuhnya terhadap kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yang mengikutsertakan ASN di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Ia menyampaikan bahwa kuliah umum ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tugas dan fungsinya.