Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah terus menghadirkan berbagai program pendampingan bagi pelaku IKM. Program tersebut mencakup bimbingan teknis, peningkatan kualitas kemasan melalui Rumah Kemasan, hingga fasilitasi akses pasar melalui Pusat Ekspor.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas produk dan kemasan menjadi salah satu faktor penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar global. Selain itu, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan pasar digital juga menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha saat ini.
Pada akhir sesi podcast, Evelyin memberikan motivasi kepada para pelaku usaha lokal dengan menggaungkan slogan Kementerian Perdagangan, yakni BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi).
“Dunia kini ada di ujung jari kita melalui gadget dan internet. Jangan takut memulai dari langkah kecil, misalnya dengan mengirimkan sampel produk. Kuncinya adalah niat, menjaga kualitas produk, serta membangun kepercayaan pembeli,” tutupnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan semakin banyak IKM Kalimantan Tengah yang mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan daerah di kancah global. *#TIM#* www.lintasberita1.com

