“Pendidikan harus menjadi proses memanusiakan manusia, tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas peserta didik agar mampu menjawab tantangan zaman,” lanjut Fajar.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional, transformasi pendidikan kini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia disebut telah melakukan berbagai langkah strategis seperti revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran yang menjangkau puluhan ribu sekolah. Upaya tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Guru juga ditempatkan sebagai pusat perubahan melalui peningkatan kualifikasi, pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan kesejahteraan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan nasional.
Selain itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah agar menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang.
Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Bumi, pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Tema Kekuatan Kita, Planet Kita menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bumi.

