“Kita ingin pendidikan di Kalteng tidak hanya merata, tapi juga berkualitas dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Reza juga menjelaskan bahwa Pemprov sedang memfinalisasi regulasi Kartu Huma Betang sebagai integrator bantuan pendidikan. Selain itu, pemerintah tengah mengoordinasikan penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat bersama kabupaten/kota, serta mengembangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mulai diuji coba di Palangka Raya.

“Kita pastikan semua program berbasis data terbaru dan tidak tumpang tindih. Paling lambat 2026, seluruh program akan berjalan menyeluruh,” jelasnya.

Untuk mendukung transparansi dan digitalisasi pendidikan, Pemprov juga telah meluncurkan aplikasi Pena Kalteng, yang memungkinkan masyarakat memantau langsung kondisi sekolah di seluruh wilayah. Pemerintah juga tengah menyusun surat edaran untuk penataan kegiatan manajemen sekolah seperti study tour dan wisuda agar lebih efisien.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media, Pemprov Kalteng optimistis dapat mewujudkan pendidikan berkualitas yang benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat. *#TIM#* www.lintasberita1.com

MMC KALTENG