Sejalan dengan arah kebijakan nasional itu, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, melalui pernyataan yang disampaikan oleh Wagub H. Edy Pratowo, menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam menyediakan layanan pendidikan gratis, khususnya bagi pelajar SMA/SMK/SLB dari keluarga tidak mampu, serta bantuan biaya kuliah hingga tuntas.
“Biaya sekolah bahkan hingga kuliah sepenuhnya ditanggung pemerintah. Tidak ada pungutan,” tegas Edy.
Program Satu Keluarga Satu Sarjana yang telah berjalan, disebut sebagai bentuk nyata upaya pemerataan akses pendidikan tinggi. Pemerintah juga terus membenahi fasilitas pendidikan dengan mengadakan TV interaktif, papan tulis digital, dan membangun Sekolah Rakyat untuk wilayah yang belum terjangkau sekolah formal.
“SDM adalah kunci. Kalau hanya andalkan sumber daya alam, itu bisa habis. Tapi SDM dan ilmu pengetahuan tak akan pernah habis,” lanjutnya.
Untuk tahun 2025, Pemprov Kalteng mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 triliun untuk sektor pendidikan. Salah satu program unggulan, yakni kuliah gratis bagi 10.000 mahasiswa, akan secara resmi diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Provinsi Kalteng, 23 Mei mendatang.
Senada dengan itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan bahwa peringatan Hardiknas menjadi penyemangat untuk mempercepat realisasi program-program strategis pendidikan daerah.

