Lebih lanjut Gubernur menegaskan bahwa rejuvenasi dilakukan dengan tidak meninggalkan ciri khas akar budaya Kalteng, yang harus tetap terpelihara dan dirawat dengan baik.
“Kekayaan seni dan budaya kita dapat tergambar dari anjungan ini, untuk itu perlu keseriusan dalam menanganinya, dan Pemerintah provinsi, Pemerintah kabupaten dan kota harus merasa bagian penting dari anjungan ini,” pungkasnya.
Orang nomor satu di Kalteng itu berharap kegiatan rejuvenasi, revitalisasi dan renovasi ini bisa selesai paling lambat akhir September 2022, sebab acara pertemuan G-20 akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2022 mendatang.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)
Halaman

