“Anjungan ini merupakan wajah dari Kalimantan Tengah, yang didalamnya ada 13 kabupaten dan 1 kota, maka dalam rangka rejuvinasi ini kita laksanakan bersama antara Pemprov serta kabupaten dan kota dengan semangat kebersamaan,” ucap Nuryakin.
Lanjut Nuryakin, hal yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana mempercantik wajah Kalteng ini dalam rangka pertemuan negara-negara G-20 oktober mendatang, yang mana pra kegiatan sudah mulai berlangsung mulai Agustus mendatang.
“Kita akan lakukan revitalisasi, rehabilitasi dan rejuvenasi hal-hal yang mendesak dulu sebelum Oktober 2022, agar tampilan anjungan betul-betul menggambarkan miniatur Kalimantan Tengah,” pungkas Nuryakin.
Sementara itu, selesai rakor di hari yang sama, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran meninjau langsung lokasi anjungan Kalteng yang berada di TMII Jakarta. Sugianto mengimbau kepada Pemprov, Pemkab maupun Pemkot untuk segera melakukan rejuvenasi, revitalisasi, dan renovasi terhadap seluruh sarana dan prasarana yang ada di anjungan Kalteng, baik yang rusak ringan maupun yang rusak berat.
Gubernur juga menginstruksikan agar dilakukan peremajaan semua aset-aset budaya Kalteng yang ada. “Semua aset-aset budaya yang tidak layak agar diganti dengan yang baru, yang rusak dibenahi semua dan harus selesai sebelum acara G-20,” tegas Sugianto.


