Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menegaskan, sosialisasi dan edukasi menjaga kebersihan lingkungan kepada masyarakat perlu digencarkan, khususnya perilaku tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, kerja bakti warga masyarakat juga perlu dihidupkan, sehingga semua memiliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
”Pengelolaan sampah juga harus mendapatkan perhatian serius kita bersama. Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui dinas-dinas terkait tentunya berkomitmen untuk mendorong penataan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah di seluruh kota dan kabupaten se-Kalimantan Tengah. Kita mulai dari Kota Cantik Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi, Wajah dari Kalimantan Tengah”, pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, menindaklanjuti kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Kota Palangka Raya, beberapa waktu yang lalu, Gubernur juga telah meninjau langsung Kampung Ponton yang menjadi perhatian dari Wakil Presiden terkait pengelolaan sampah. Dalam kunjungannya, Gubernur mengatakan lingkungan banyak sampah disebabkan oleh pola perilaku yang tidak sehat yang terbiasa membuang sampah tidak pada tempatnya. Selain itu juga, membuang sampah tidak pada tempatnya dapat membuat lingkungan tercemar yang menyebabkan pencemaran sumber air, kurangnya akses terhadap air bersih, sanitasi yang buruk serta penularan Penyakit. Tidak hanya itu saja, masalah stunting dan gizi buruk ini dapat disebabkan oleh sanitasi yang buruk sehingga dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan stunting.

