H. Sugianto Sabran mengatakan sebagaimana diketahui di Indonesia, penyakit seperti jantung dan pembuluh darah, stroke, kanker, diabetes melitus, serta gagal ginjal tidak hanya menjadi menyebabkan angka kesakitan dan kematian terbanyak, tetapi juga menyebabkan beban pembiayaan kesehatan terbesar. Berdasarkan data dari RSUD dr. Doris Sylvanus tahun 2021, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, dan gagal ginjal juga merupakan penyebab kematian terbanyak.

“Sehingga dengan demikian penandatanganan kesepakatan pada hari ini merupakan sebuah langkah awal yang sangat tepat dalam mencapai penurunan kesakitan maupun kematian akibat penyakit-penyakit tersebut”, imbuhnya H. Sugianto Sabran.

Sugianto mengungkapkan hal diatas sejalan dengan misi ke-4 (empat) Rencana Strategis Prov. Kalteng tahun 2021-2026 yaitu mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, sehat dan berdaya saing, yang mana di dalam salah satu rumusannya pada bidang kesehatan adalah meningkatkan akses dan kesempatan masyarakat yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan, mengingat wilayah Kalteng yang sangat luas, dan dalam hal peningkatan SDM ini berupa pemberian beasiswa kepada tenaga kesehatan untuk pendidikan dokter dan perawat spesialis.

Gubernur Sugianto Sabran : RSUD dr. Doris Sylvanus Siap Tangani Penyakit Jantung, Pembuluh Darah, Kanker dan Stroke
Foto bersama pada prosesi Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Rumah Sakit Pengampu Nasional Rujukan Kardiovaskular, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono dan Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan Pemprov Kalteng/Foto/Tim/lintasberita1.com