Lebih lanjut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan kebijakan serta langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemprov. Kalteng dalam rangka menurunkan inflasi yang diharapkan berada dibawah lima persen sampai akhir tahun 2022 mendatang.

Upaya pengendalian inflasi di Kalteng tersebut menggunakan strategi 4 K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi).

Strategi 4 K ini adalah mitigasi dampak kebijakan likuiditas global dan peningkatan harga komoditas dunia terhadap inflasi dan daya beli masyarakat untuk menjaga keterjangkauan harga; menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0 persen dengan menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN); memperkuat koordinasi Pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi untuk menjaga kelancaran distribusi; serta memperkuat sinergi komunikasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.

Menanggapi arahan Presiden, Gubernur Sugianto menyebut pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan melibatkan seluruh stakeholders.

“Segera kita tindaklanjuti arahan Bapak Presiden, kami akan melakukan langkah-langkah yang langsung menyentuh kepada masyarakat, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu intervensi Pemerintah sangat dibutuhkan, dan Pemerintah khususnya Kepala Daerah harus hadir di tengah masyarakat yang lagi mengalami kesulitan,” ujarnya.