“Artinya masih ada ruang yang sangat besar untuk menggunakan dana alokasi umum maupun belanja tidak terduga oleh provinsi, kabupaten, maupun kota,” imbuhnya.

Jokowi juga meminta Pemerintah daerah untuk memanfaatkan komponen belanja tidak terduga untuk mengendalikan inflasi di daerah masing-masing seperti kenaikan bahan pangan.

“Utamanya itu beras sebagai komponen utama. Jadi hati-hati kalau harga beras di daerah, meskipun hanya Rp200 atau Rp500 (naik), segera diintervensi karena itu menyangkut kemiskinan di provinsi, di kabupaten, dan di kota Bapak Ibu pimpin. Itu akan langsung bisa naik angka kemiskinannya,” tuturnya.

Seusai pertemuan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berkesempatan berdiskusi langsung dengan Presiden Joko Widodo. Sugianto Sabran menyatakan bahwa saat ini Pemprov. Kalteng sudah melaksanakan langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi di Kalteng, diantaranya menggelar pasar murah, operasi pasar, pasar penyeimbang, hingga program sakuyan lombok, serta mendorong masyarakat untuk berperan aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan-kebutuhan pokok jangka pendek.

Gubernur Sugianto Sabran Berdiskusi Langsung dengan Presiden Joko Widodo Terkait Pengendalian Inflasi di Daerah
Pertemuan Presiden Jokowi dengan seluruh Kepala Daerah se-Indonesia/Foto/Tim/lintasberita1.com

“Beberapa minggu terakhir, ada pasar penyeimbang yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, dan Kotawaringin Timur. Pemprov. Kalteng juga menyediakan paket sembako murah untuk masyarakat setempat,” ucap Sugianto.