“Penyerahan bantuan kurban ini menandai komitmen Pak Gubernur untuk terus hadir di tengah masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial keagamaan,” tambah Reza.
Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, Gubernur Agustiar Sabran juga mengalokasikan Rp51 miliar anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2025. Salah satu pemanfaatan dana tersebut adalah pengadaan papan tulis interaktif digital untuk seluruh kelas di SMA/SMK/SKh se-Kalimantan Tengah.
“Dengan adanya papan tulis interaktif, proses belajar mengajar akan menjadi lebih modern, interaktif, dan menyenangkan,” ujar Reza, menegaskan komitmen pemerintah dalam modernisasi sistem pendidikan di Kalimantan Tengah.
Kebijakan larangan penahanan ijazah ini mendapatkan sambutan positif dari para orang tua siswa, yang sebelumnya kesulitan mengakses dokumen penting tersebut karena kendala ekonomi. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara dan tidak boleh dihambat oleh alasan apapun, termasuk keterbatasan biaya. *#TIM#* www.lintasberita1.com
MMC KALTENG

