Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menindaklanjuti program yang diluncurkan Pemerintah Republik Indonesia tersebut bersinergi dengan OJK, Bank Indonesia, Ditjen Perbendaharaan serta Industri Jasa Keuangan di wilayah Kalteng. Pada Rakor itu Gubernur Sugianto mengutarakan, “Kita melihat bahwa ini ruang yang sangat bagus, Kalimantan Tengah menyalurkan sekian ratus triliun untuk melakukan pinjaman atau disalurkan ke UMKM dan sektor usaha atau koperasi”.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga mengungkapkan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 mengganggu perekonomian Negara Indonesia dan khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah. “Bahaya Covid itulah yang menghancurkan perekonomian dunia. Covid ini berdampak kepada ekonomi. Sedangkan, ekonomi ini harus berjalan, karena itu Covid ini harus kita kendalikan”, ucap Gubernur Sugianto.

Selain bersama para pelaku sektor keuangan, Gubernur Sugianto juga meminta kepada Dinas Koperasi Provinsi Kalteng untuk menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta memperhatikan peluang pasar bagi UMKM untuk menjalankan usaha. “Dinas Koperasi harus berperan aktif bagaimana menghidupkan UMKM, bagaimana melihat ruang pasar,  ada marketnya”, ungkap Gubernur Kalteng tersebut.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalteng Otto Fitriandy hadir pada rakor tersebut menyebutkan empat ( 4 ) agenda OJK dalam mengoptimalkan sinergi kebijakan guna mendorong pemulihan ekonomi nasional. Pertama, upaya bersama (concerted effort) OJK bersama KSSK mendukung pemulihan nasional. Kedua, assessment sektor jasa keuangan dan upaya mitigasi OJK sebagai tindakan pencegahan (preemptive action). Ketiga, arah kebijakan OJK kedepan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Keempat, perkembangan sektor jasa keuangan Provinsi Kalimantan Tengah.