Selain pelayanan rutin, Puskesmas Tangkiling juga memiliki unit gawat darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam. Puskesmas tersebut juga menerima pasien rujukan dari luar kota sehingga kebutuhan terhadap fasilitas pelayanan yang lebih memadai dinilai semakin penting.
Faridawaty menilai pembangunan ruang rawat inap akan memperkuat kemampuan Puskesmas Tangkiling dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, puskesmas tersebut belum memiliki fasilitas rawat inap, sementara kebutuhan pelayanan terus berkembang.
Ia menyebut bangunan utama Puskesmas Tangkiling telah berdiri sejak 2007 dengan luas lahan sekitar 1.300 meter persegi. Karena itu, pembenahan dan pengembangan fasilitas perlu dilakukan secara terencana agar mampu menunjang pelayanan kesehatan dalam jangka panjang.
Selain rehabilitasi bangunan dan pembangunan ruang rawat inap, pihak puskesmas juga menyampaikan kebutuhan ambulans air. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses transportasi melalui jalur air.
Kebutuhan lainnya adalah peningkatan fasilitas ruang obat. Menurut Faridawaty, sarana penunjang pelayanan medis perlu diperhatikan secara menyeluruh, termasuk fasilitas untuk pengelolaan dan penyediaan obat.
Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Tangkiling juga masih menghadapi kebutuhan penambahan tenaga kesehatan. Saat ini tersedia dua dokter berstatus PNS, satu PPPK dan satu tenaga yang disebut dalam aspirasi sebagai “Counter”. Sementara kebutuhan tenaga kesehatan yang disampaikan mencapai 14 orang, ditambah satu fisioterapis medis dan satu terapis psikologis.

