“Kalau bicara bantuan, memang begitu. Namun, perlu dipertimbangkan apakah SDM di desa sudah memadai untuk memberikan bantuan tersebut,” katanya.
Ia juga menyinggung perlunya edukasi kepada pengguna tentang cara mengoperasikan alat tersebut, sekaligus memastikan alat tersebut layak digunakan di lahan petani di wilayah tersebut.
Selain itu, Achmad Rasyid mengimbau petani di desa agar tidak cepat puas dengan hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini diraih.
Ia berharap agar para petani tetap bersemangat dan terus berinovasi sehingga ke depannya, bertani tidak lagi menjadi profesi yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
“Tentu saja, petani memegang peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah. Hal ini perlu diluruskan agar tidak terjadi salah kaprah tentang profesi bertani,” pungkas Ahmad Rasyid. *#TIM#* www.lintasberita1.com

