Ia juga mendorong agar sekolah menyediakan ruang konseling bagi siswa yang mengalami tekanan di rumah. Menurut Hafid, banyak perilaku negatif siswa di sekolah yang berakar dari pengasuhan keras di lingkungan keluarga.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan anak tidak semata-mata ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga oleh kesehatan mental dan kekuatan karakter.
“Bangun kedekatan emosional dengan anak, bukan dengan bentakan. Anak yang merasa didengar dan dipahami akan jauh lebih mudah diarahkan,” ujarnya.
DPRD Kalteng, lanjut Hafid, berkomitmen mendukung regulasi dan anggaran untuk program parenting berbasis psikologi dan budaya lokal. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masa depan daerah ada di tangan generasi yang sehat, bahagia, dan percaya diri, bukan generasi yang tumbuh dalam ketakutan. *#TIM#* www.lintasberita1.com

