Selain itu, Linae berharap kegiatan ini dapat mendorong penerapan langkah-langkah proaktif yang dapat membantu memberikan pencerahan kepada orang tua, remaja, dan anak-anak tentang pentingnya mencegah pernikahan anak dan stunting. Penting bagi anak-anak untuk menerima bimbingan dan dorongan yang tepat agar dapat memprioritaskan pendidikan mereka dan membina hubungan sosial yang sehat, baik di dalam keluarga maupun di antara teman sebayanya.

Disebutkan juga bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung para pelaku UMKM pemula dalam mengembangkan bisnis produknya secara strategis, sehingga dapat memperluas jangkauan dan bersaing dengan UMKM lainnya. “Saya berharap para peserta dapat menyebarkan informasi yang mereka terima dan menjadi katalis perubahan di komunitas mereka, mengadvokasi peningkatan usia sah pernikahan untuk mencegah pernikahan anak. Selain itu, saya berharap mereka menjadi generasi muda yang terampil dan berdaya saing menuju pencapaian kesejahteraan. Indonesia pada tahun 2045, dan memiliki nilai kompetitif yang sama dengan pengusaha di tempat lain,” tegasnya.

Sementara itu, Heri Tuah, Kepala Desa Bukit Liti, berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dan meningkatkan pemahaman mereka. Ia menekankan potensinya dalam mencegah stunting dan meningkatnya angka perkawinan anak, serta kemampuannya mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dipimpin oleh perempuan, untuk masa depan yang lebih sejahtera.