Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang hadir langsung menutup FBIM 2025 dan Kalteng Expo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, khususnya Dislutkan, atas penggabungan nilai budaya dengan isu ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

“Festival ini adalah ajang untuk menunjukkan jati diri kita sebagai masyarakat Kalteng. Dislutkan Kalteng telah memberikan warna berbeda dengan mengusung tema pangan biru dan keberlanjutan lingkungan dalam bentuk ekspresi budaya,” kata Gubernur.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa sektor kelautan dan perikanan bukan hanya berperan dalam ketahanan pangan, tetapi juga mampu mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya lokal. Penampilan yang sarat makna ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menegaskan kontribusi sektor kelautan terhadap pembangunan daerah.

Kepala Dislutkan Prov. Kalteng menutup pernyataannya dengan harapan agar pesan-pesan kampanye yang dibawa melalui karnaval ini terus bergema dan menginspirasi OPD lain untuk mengangkat isu strategis daerah melalui budaya. *#TIM#* www.lintasberita1.com