“Saat ini, Pemerintah memprioritaskan penanggulangan penyakit dengan masalah kesehatan terbesar di dunia, penyebab mortilitas, morbilitas yang tinggi dan beban pembiayaan jaminan kesehatan nasional yang sangat besar, khususnya pada 9 (sembilan) jenis layanan prioritas kesehatan, salah satu diantaranya adalah layanan jantung/kardiovaskuler,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini disebabkan adanya distribusi sumber daya manusia yang tidak merata karena keterbatasan SDM, sarana prasarana dan peralatan kesehatan, yang mana seharusnya merupakan tiga hal penting dalam membangun pelayanan kesehatan di rumah sakit. Akses pelayanan faskes (service accessability) melalui 2 (dua) strategi utama yaitu meningkatkan kompetensi dalam hal manajemen dan meningkatkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terkait pada RS yang diampu.

Dijelaskan pula, Kementerian Kesehatan telah menetapkan pusat layanan kekhususan nasional yaitu RSJPD Harapan Kita Jakarta sebagai Pusat Rujukan Nasional Penyakit Kardiovaskuler dan RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai Rujukan Regional Penyakit Kardiovaskuler. Tentunya Rumah Sakit tersebut ditugaskan sebagai pengampu utama dan regional dalam hal pengembangan jenis layanan sesuai dengan kompetensi demi menjamin pelayanan yang berkualitas.