Dijelaskan pula bahwa kematian ibu mempunyai beberapa penyebab, antara lain perdarahan yang menyumbang 34%, hipertensi dalam kehamilan yang menyumbang 16%, gangguan pada sistem pembuluh darah yang menyumbang 6%, infeksi yang menyumbang 2%, gangguan metabolisme yang menyumbang 2%. sebesar 2%, Covid-19 sebesar 23%, dan sisanya disebabkan oleh penyakit lain sebesar 13%. Berdasarkan analisis data, 56% kematian ibu terjadi di RSUD, 24% terjadi di rumah, 15% terjadi saat dirujuk ke RSUD, dan 5% terjadi di puskesmas.

Disebutkannya, data agregat Asesmen AMP-SR nasional berkaitan langsung dengan data agregat Asesmen AMP-SR tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab kematian ibu dan bayi terkait dengan keterlambatan deteksi dini masalah kesehatan dan kurangnya penanganan atau bantuan yang tepat. Selain itu, masih banyak kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak sesuai, termasuk yang tergolong berisiko tinggi, seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan kehamilan yang termasuk dalam kategori 4 Terlalu (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, dan Terlalu banyak). ).

Ia menekankan perlunya mencapai target proyek prioritas yang ditetapkan dalam RPJMN hingga tahun 2024. Di antaranya percepatan penurunan AKI sebesar 183/100.000 KH dan penurunan AKB sebesar 16/1.000 KH. Kegiatan AMP-SR bertujuan untuk menghasilkan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab permasalahan dan memberikan rekomendasi atau solusi. Hal ini harus mengatasi permasalahan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang untuk mencegah terulangnya permasalahan serupa.