“Saya perintahkan agar segera dibawa pulang kembali,” ujarnya, Sabtu (22/5) pagi.
Menurutnya, sangatlah dholim dan sangat tidak pantas saat kondisi warga dilanda kesedihan dalam mencari sesuap nasi para pejabat pemerintah yang sudah mendapatkan gaji masih menerima bingkisan semacam itu. Camat pun menilai meski tujuannya baik namun tindakan itu tidaklah bisa dibenarkan dari sisi manapun.
Ikhan juga memaparkan, selama ini pemerintah bersama pihak-pihak terkait serta para dermawan tanpa henti-hentinya berjuang dengan mengupayakan agar tidak ada warga yang kelaparan dan terkena covid-19. Sehingga kerjasama dalam menangani dampak pandemi ini sangatlah perlu dilakukan di bawah komando tim gugus tugas di wilyahnya.
“Kalau mau menyumbang ya kasihkan pada masyarakat. Percayakan pada tim gugus tugas sesuai wilayah karena disana yang mempunyai datanya,” tandasnya.
Ia menilai, perusahaan sawit yang berdampingan dengan perkampungan ini justru tidak memperhatikan kondisi yang ada. Padahal, lanjutnya, kehadiran perusahaan harusnya bisa membantu masyarakat setempat dalam kondisi apapun khususnya dalam persoalan sulit seperti sekarang ini.
“Tidaklah tepat pihak Astra memberikan bingkisan lebaran kepada pegawai Kecamatan. Di sisi lain masyarakat sedang kesusahan dan tidak mendapatkan perhatian dari perusahaan tersebut,” pungkasnya.

