“Saya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk berperan aktif dalam memerangi korupsi dan pelatihan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar saat kembali ke unit kerja masing-masing memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang pemberantasan korupsi sehingga dapat diimplementasikan dan juga mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik karena hal ini menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” kata Maskur.
Dalam sambutannya, Yonathan Demme Tangdilintin, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyatakan bahwa KPK tengah gencar menggalakkan internalisasi nilai-nilai antikorupsi dan integritas di seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan saat ini merupakan investasi kolektif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur guna meningkatkan kewaspadaan individu dan masyarakat terhadap godaan korupsi.
Pertama-tama, perlu dicatat bahwa Strategi Pemberantasan Korupsi yang saat ini tengah dijalankan KPK tidak hanya difokuskan pada pemberantasan korupsi melalui penangkapan dan penuntutan hukum terhadap para koruptor. KPK juga tengah mengupayakan strategi yang mencakup upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi. Pendekatan komprehensif ini disebut sebagai “Trisula Pemberantasan Korupsi,” jelas Yonathan Demme Tangdilintin.

