Lebih lanjut, Yosias mengatakan, setelah meninjau temuan Survei Indeks BerAKHLAK tahun 2022, diketahui bahwa ASN (pegawai negeri) Pemprov Kalteng belum memenuhi jumlah pemilih atau responden yang diminta untuk survei. Pada tahun 2022, hanya 1805 responden dari Pemerintah Provinsi Kalteng yang mengikuti survei tersebut.
Dikatakannya, untuk meningkatkan skor Pemprov di daerah yang nilainya masih kurang, diperlukan lebih banyak responden yang mengisi survei ini, dengan mempertimbangkan hasil Indeks Implementasi BerAKHLAK dari tahun sebelumnya.
Kemudian, Sekretaris BPSDM Norliani menyatakan bahwa BPSDM siap bekerja sama dan memastikan keberhasilan Survei Indeks AKHLAK mendatang dengan berbagai cara, termasuk melakukan sosialisasi tentang survei melalui berbagai platform.
Sementara itu, Widyaiswara BPSDM Lies Fahimah menyarankan agar sosialisasi secara terus-menerus ini dapat membantu para ASN mengingat adanya Nilai-Nilai Inti ASN dengan AKHLAK dan Employer Branding “Bangga Mengabdi Bangsa”, bersamaan dengan AKHLAK Index Survey.

Lies menyimpulkan, sebaiknya podcast diadakan dua kali agar ASN Pemprov Kalteng tidak lupa mengisi survei dan juga tidak melupakan Core Values ASN dengan AKHLAK. Selain itu, Lies mengusulkan agar dikeluarkan Surat Edaran Sekda tentang penggunaan pin AKHLAK dan pemasangan standing banner ASN BerAKHLAK di lingkungan Pemprov Kalteng. *#TIM#* www.lintasberita1.com

