
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Nuryakin menegaskan bahwa Indonesia memiliki kebesaran, keluasan, dan keberagaman sebagai sebuah bangsa yang mencakup berbagai suku, budaya, dan agama. Bangsa Indonesia mempunyai pemahaman dan kesepakatan bersama mengenai isu-isu penting untuk menjamin keberlangsungan, kesatuan, dan keagungan bangsa yang luas dan luar biasa ini.
Ia mengatakan, sebagai bagian dari konsensus nasional, masyarakat Dayak memiliki pedoman budaya atau falsafah hidup yang disebut Huma Betang. Huma Betang dikenal luas sebagai “rumah besar” tempat banyak umat berbeda agama dan kepercayaan hidup bersama secara rukun, saling menghormati, damai, dan harmonis.
Diperjelas lebih lanjut bahwa Huma Betang telah berkembang menjadi representasi dan perwujudan kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah. Faktanya, Provinsi Kalimantan Tengah termasuk salah satu provinsi yang terkenal dengan alam harmonisnya, bahkan mendapat Penghargaan Harmoni dari pemerintah pusat.
Nuryakin menyatakan Pemprov Kalteng sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, khususnya bagi Generasi Muda. Hal ini dikarenakan Indonesia diperkirakan akan mengalami Bonus Demografi pada tahun 2045, dimana Generasi Muda saat ini akan memasuki Usia Produktif atau menjadi penerus pembangunan Bangsa Indonesia di masa depan.

