Disampaikan juga, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengoordinasikan Tim Terpadu Pengawasan Ormas. Langkah awalnya adalah membentuk Tim Terpadu yang beranggotakan perwakilan dari berbagai instansi terkait, seperti pemerintah, kepolisian, intelijen, dan lembaga pemantau HAM. Tim ini harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengawasi organisasi massa. Langkah kedua adalah menentukan dan memperbarui data ormas secara berkala. Tim Terpadu bertugas mengidentifikasi, memutakhirkan, dan mengumpulkan data ormas yang aktif di wilayah tersebut.

Selanjutnya, langkah ketiga adalah pengawasan terhadap Kegiatan Ormas. Tim Terpadu bertugas aktif memantau dan mengawasi kegiatan ormas. Pengawasan ini dapat berupa kegiatan pengawasan, diskusi dengan anggota ormas, dan penelaahan dokumen atau laporan yang disampaikan. Tujuan pengawasan ini adalah untuk memastikan kegiatan ormas mematuhi hukum, tidak mengancam keamanan dan stabilitas, serta tidak mengganggu ketertiban umum, jelas orang tersebut.

Langkah keempat meliputi koordinasi dan pertukaran informasi di dalam Tim Terpadu dan dengan instansi terkait lainnya. Langkah kelima berfokus pada advokasi dan pendidikan organisasi massa mengenai tanggung jawab dan keterbatasan mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mereka. Langkah keenam membahas perlunya tindakan segera jika ditemukan pelanggaran. Tim Terpadu harus menegakkan hukum secara adil dan proporsional, memberikan ruang bagi ormas untuk memberikan klarifikasi atau pembelaan.