Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pada September 2024, wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan titik panas yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peningkatan titik panas tersebut disebabkan oleh berbagai faktor meteorologi.
Berdasarkan data yang dihimpun BPB-PK Kalteng, pada September 2024 terdapat 2.539 titik panas, meningkat signifikan dibanding Agustus yang hanya 547 titik panas.
Daerah dengan jumlah titik panas tertinggi adalah Kabupaten Katingan yang mencapai 443 titik panas, disusul Kabupaten Lamandau dengan 413 titik panas.
Meski terjadi peningkatan titik panas yang signifikan, luas lahan yang terbakar di Kalteng pada September hanya 122,4 hektare, tidak lebih besar dari luas lahan yang terbakar pada Agustus yang mencapai 173,29 hektare.
Namun, mengingat September baru memasuki pertengahan, risiko kebakaran hutan dan lahan masih bisa meningkat.
Kepala BPB-PK Ahmad Toyib mengumumkan enam kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
“Wilayah yang ditetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan antara lain Kotawaringin Timur, Seruyan, Palangka Raya, Kapuas, Katingan, dan Sukamar,” kata Toyib.
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Alfandy mengatakan, peningkatan suhu udara dan kekeringan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan.

