Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi mengadakan pertemuan di Balai Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin (5/2/2024). Rapat tersebut bertujuan untuk menentukan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang Dihasilkan Pekebun periode II pada Januari 2024.
Plt. Kadisbun Provinsi Kalimantan Tengah Rizky R. Badjuri yang diwakili Kepala Dinas Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Lohsar) mengklarifikasi, harga CPO di Kalteng anjlok hingga Rp 10 ribu setelah periode Desember 2023. Namun meningkat lagi hingga di atas Rp 11 ribu pada periode Januari 2024.
Saat memimpin rapat, Achmad Sugianor, Kepala Divisi Lohsar, menyatakan proses penghitungan harga TBS dilakukan dua kali dalam sebulan. Akibatnya, harga bulan Januari mulai menunjukkan kenaikan, terlihat dari hasil perhitungan periode pertama 1-15 Januari 2024, dan periode kedua 16-31 Januari 2024.
“Harga minyak sawit atau minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan sebesar Rs 765,74 dibandingkan Januari 2024 periode I dan II, begitu pula harga inti sawit (PK) juga mengalami kenaikan sebesar Rs 348,41 dan harganya mengalami kenaikan. Produksi TBS juga meningkat sebesar Rp164,07,” kata Kepala Lohsar.
Ia menambahkan, semakin dekat harga TBS yang ditentukan, maka akan semakin sesuai dengan harga riil di lapangan, berdasarkan kebutuhan produksi dan penjualan CPO.

