PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Jalan hauling PT Pertamina di Kabupaten Barito Timur kian hangat diperbincangan. Malah, Gubernur Kalimantan Tengah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri mengundang seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Provinsi Kalimantan Tengah untuk rapat mengenai jalan tersebut.
Surat yang ditandatangani Fahrizal Fitri tersebut mengundang 31 pihak. Mulai dari Forum Koordinas Pimpinan Daerah (Forkompinda), jajaran Sekda Provinsi Kalteng, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, jajaran Pemkab Bartim, Kabinda dan Kakanwil BPN serta BUMN dan Asosiasi. Termasuk PT Patra Jasa dan PT Pertamina.
Namun yang menarik dari surat undangan tersebut adalah, pada perihal isi rapat. Disebutkan dalam undangan, “Sehubungan dengan sengketa jalan Pertamina antara pihak perusahaan dengan warga setempat yang ada di Kabupaten Barito Timur, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengadakan rapat koordinasi..…”
Terhadap bunyi alasan/perihal rapat ini, pimpinan PT Patra Jasa di Barito Timur melalui I Made Wirya sangat keberatan. Sebagai pimpinan operator Patra Jasa yang mendapat mandat PT Pertamina untuk mengelola jalan tersebut, ia menilai telah di-fait a compli oleh beberapa pihak yang sengaja memperkeruh suasana, “Dan tampaknya Pemerintah Provinsi sangat terpengaruh”.

