Selain itu, Gubernur Sugianto Sabran berkeyakinan bahwa keberhasilan pembangunan tambak/perkebunan udang memerlukan dukungan dan dedikasi berbagai pihak seperti Pemerintah Pusat, Provinsi, Pemerintah Kabupaten Sukamara, perusahaan tambak mitra, perbankan, perguruan tinggi, dan perikanan setempat. bisnis.
Ia menambahkan, pihaknya yakin bahwa program perkebunan udang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, mempekerjakan tenaga kerja lokal, menjadi teladan bagi budidaya udang vaname berkelanjutan baik di Kalimantan Tengah maupun seluruh negeri, dan menjadi komoditas ekspor yang signifikan. serta membina kolaborasi antar berbagai sektor untuk memajukan industri kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, hal ini dapat membantu mencapai tujuan nasional untuk memproduksi 2 juta ton udang pada tahun 2024.
Sementara itu, Kepala Dislutkan Provinsi Kalteng Darliansjah menjelaskan, pembangunan klaster tambak udang alias Perkebunan Udang di Desa Sungai Raja ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang dibangun menggunakan Pendapatan Daerah dan Anggaran Belanja (APBD). Saat ini sedang berlangsung uji konstruksi, kelistrikan, dan finishing untuk Perkebunan Udang Kalteng BERKAH.
Darliansjah mengatakan, setelah tahap uji coba selesai, maka pendistribusian benur udang vaname akan segera dilakukan.

