Selain potensi hutan, Provinsi Kalteng juga memiliki kawasan gambut yang cukup luas (sekitar 30% dari luas wilayah) yang menjadi tempat simpanan karbon (carbon sink). Simpanan karbon pada lahan gambut ini terus meningkat seiring penambahan ketebalan gambut yang diperkirakan mencapai tiga mm/tahun. Namun jika kondisi alami tersebut terganggu, misalnya terdrainasi, maka akan terjadi percepatan proses pelapukan (dekomposisi) dan kebakaran hutan dan lahan yang memicu terbentuknya GRK terutama gas CO2.

Asisten Administrasi Umum (Adum) Setda Prov. Kalteng Sri Suwanto mengatakan Provinsi Kalteng telah menginisiasi dengan melakukan penanaman serentak sebagai pencetus/trigger untuk bisa menggelorakan Indonesia`s FOLU Net Sink 2030 ke kabupaten/kota se-Kalteng.
“Kita harus mempublikasikan/menggaungkan kegiatan Indonesia`s FOLU Net Sink 2030 ini agar masyarakat kita tahu,” katanya.
Lebih lanjut Sri menyatakan, dengan mempublikasikan kegiatan tersebut maka Kalteng bisa menjadi salah satu contoh nasional yang target wilayahnya terbesar di seluruh provinsi dan menjadikan yang pertama dalam pelaksanaan Indonesia`s FOLU Net Sink 2030 ini.
www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)
Terkait

