PALANGKA RAYA. lintasberita1.com – Perjuangan Widyawati Dewi menyelesaikan studi di tengah kegiatan organisasi, usaha dan kuliah jadi cerita inspiratif. Memiliki beberapa bisnis yang sukses, Widya yudisium menyandang status cumlaude.

Widya menceritakan pilihan berbisnis sambil kuliah sudah dijalani sejak masa SMA dan lanjut di masa perkuliahan. Saat itu dia masuk menjadi mahasiswi UPR lewat jalur SBMPTN dengan UKT. Sejak saat itu dia bertekad akan berusaha menghasilkan uang untuk membantu membiayai kuliahnya.

Sempat dilarang orang tuanya namun karena kegigihan dan keinginannya ia bisa menunjukan prestasinya di kampus, pernah menjuarai beberapa perlombaan seperti Juara 2 Lomba KTI Se Kalimantan Tengah, 3rd Up Duta Muslimah Preneur Kalteng 2019, Juara 3 Caption Instagram Indomaret, Juara 2 LKTIN Pekan Ilmiah FKIP Se Kalimantan, Juara 1 Lomba KTI PMII Palangka Raya, Juara 2 Lomba Puisi PMII Cab. Palangka Raya, Lolos Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia tahun 2020. Sehingga orang tuanya merestui bisnisnya mulai semester 2 hingga saat ini. Saat ini total karyawannya berjumlah 11 orang dan mempunyai reseller sebanyak 158 reseller se Indonesia.
Selain itu dia juga aktif di beberapa organisasi sebaga ketua Koalisi Muda Kependudukan Provinsi Kalteng 2018-2021, Ketua Rayon Ki Hajar Dewantara 2019-2020, Bendahara Hima Kobar PKY 2018-2019, Pengurus FKHM Kalteng 2019-2020, Pengurus HMJ P. IPS 2017-2018.

Tiga tahun berjualan online, Widya mencoba hal lain yaitu membuat racikan masker wajah yang akhirnya berkembang pesat dari tahun 2018 hingga sekarang yaitu dengan brand QWENDY yang juga akan louncing outlet dalam dekat ini di Jl. Galaxy.

Jatuh bangun menggeluti berbagai usaha dilakukan Widya hingga mendapatkan banyak pengalaman. Ia pernah membuka usaha konveksi, olshop, balon buket, boba, jilbab dan tour. Sampai saat ini yang bertahan adalah Kasai Kesultanan Bawi Lamus yang bisa membiayai pendidikan S1 nya sekaligus membuat rumah produksi usahanya. Seiring waktu dia merambak usaha dibidang kuliner yaitu kerupul basah sambal raja dan sekarang ia mempunyai 2 outlet stand Di Jl. Yos Sudarso sebrang Masjid Salahudin UPR dan Jl. Setajhi 30 meter sebelum SMPN 6 Palangka Raya. Kemudian punya 3 stand bakaran kerupuk basah dan pentol di Jl. Galaxy sebrang indomaret, Jl. Tjilik Riwut Km 1,5 KNPI Provinsi dan Jl. Rajawali. Sehingga outletnya saat ini berjumlah 5 outlet.

“Alhamdulilah Hari ini pukul 13.00 WIB kita akan grand opening di Jl. Setajhi 30 meter sebelum SMPN 6 Palangka Raya. Untuk para pecinta kerupuk basah bisa merapat besok BELI 1 GRATIS 1 lo untuk masyarakat kota Palangka Raya” Ucapnya

“Mohon doanya InsyaAllah dalam waktu dekat kami juga akan membuka cabang di 13 Kabupaten 1 kota dan membuka kemitraan untuk seluruh indonesia” tegasnya.

Dia sangat bersyukur 1 tahun rela tidak fokus jualan dan mengeluarkan banyak tenaga, pikiran dan biaya untuk menyelesaikan studi nya dan sangat dibanggakan dia diyudisium bulan Maret dengan IPK 3,82 dan menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan IPS, Prodi Pendidikan Ekonomi, Universitas Palangka Raya selama 3 tahun 6 bulan.

Kebahagiaan Widya tidak hanya karena berhasil di bidang akademik. Dia juga merasa puas karena bisa membantu perekonomian keluarga dengan berbagai usaha yang dilakoninya dan sangat bangga kepada dirinya bisa mencapai semua targetnya dari nikah di umur 23 tahun, lulus 3,5 tahun, dan bisa membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain.

www.lintasberita1.com *#DIAH#*