Palangka Raya, lintasberita1.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merumuskan langkah pengendalian inflasi sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Karena seiring kenaikan harga BBM bersubsidi pada 3 September lalu harga sejumlah bahan pangan mulai ikut disesuaikan oleh para pedagang.
“Saya minta TPID Kota Palangka Raya merumuskan upaya pengendalian inflasi, termasuk solusi tentang ketersediaan pasokan dan stabilitas bahan pokok kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Minggu (11/9/2022).
Kondisi ini terjadi karena kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi berimbas pada naiknya biaya logistik, sehingga harga barang juga disesuaikan dengan biaya transportasi. Penyesuaian harga yang dilakukan pedagang di Palangka Raya saat ini berkisar antara Rp1.000 hingga Rp3.000 untuk setiap kilogram bahan pangan.
“Beberapa waktu lalu pemerintah kota bersama pihak terkait yang tergabung dalam TPID juga telah melaksanakan rapat koordinasi untuk mengendalikan inflasi,” ucapnya.
Dia mengatakan, salah satu poin utama pembahasan yakni pemerintah harus memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi tidak menyebabkan kelangkaan stok bahan pangan.
Selain itu, agar penyesuaian harga kebutuhan pokok yang dilakukan pedagang masih dalam batas kewajaran.
“Untuk itu, saya juga meminta TPID harus bekerja maksimal untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap proses distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasanya.

