Palangka Raya, lintasberita1.com – Fairid Naparin Wali Kota Palangka Raya, mengajak masyarakat tetap menjaga eksistensi adat istiadat beserta hukum adat agar tidak tergerus dampak negatif globalisasi.

Era globalisasi dapat menimbulkan berbagai perubahan, termasuk dalam gaya hidup. Akibatnya masyarakat cenderung memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih mudah dan praktis jika diterapkan dibanding budaya lokal.

“Era globalisasi ini rentan sekali masuknya nilai-nilai, norma, bahkan ideologi baru yang secara mudah masuk ke dalam masyarakat ataupun komunitas-komunitas adat. Kita harus sadar identitas agar adat tidak tergerus globalisasi,” ucapnya.

Hal tersebut disampaikan Fairid selaku Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya saat melaksanakan kaji banding kelembagaan adat ke Majelis Desa Adat Bali, Sabtu (4/6/2022).

Dia menilai ketaatan serta kepatuhan terhadap nilai-nilai tradisional semakin lama semakin memudar dan mengalami degradasi, hal ini diperparah dengan semakin menurunnya minat dan keinginan kaum muda dalam memahami nilai budaya aslinya.

Melihat perkembangan perubahan masyarakat yang hidup pada zaman globalisasi dan modernitas, kata dia memang menjadi konsekuensi logis dari kemajuan teknologi, informasi dan transportasi.

www.lintasberita1.com *#TIM#*