Jakarta – lintasberita1.com – Pengembangan food estate menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 dalam rangka memperkuat dan menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani, terutama di masa pandemi COVID-19 dan ditengah terjadinya perubahan iklim.

DPP Prawiro Indonesia Nusantara Jaya (PINJ), ormas pendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai Presiden 2024, menanggapi kisruh pemberitaan proyek Food Estate dengan serius. Mereka menegaskan, program yang ditujukan untuk ketahanan pangan nasional sebagai langkah preventif terhadap potensi krisis pangan ini merupakan tanggung jawab anak bangsa dan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Hencky Luntungan didampingi oleh H. Misran Haris, SH, warga asli Kalteng, menyatakan kepada awak media, Selasa (1/8/2023) di Menteng, Jakarta Pusat, jangan sampai program nasional ini dijadikan bahan politik, khususnya untuk mengantisipasi pemilihan presiden 2024 mendatang.

Hencky dan Haris menyatakan bahwa mereka menyadari bahwa program ini dirancang untuk menjamin ketahanan pangan. Itu digagas sebagai respon atas pandemi Covid-19 yang melanda semua bangsa, termasuk Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk mencegah kelangkaan pangan, tidak hanya selama pandemi tetapi juga dalam jangka panjang. Akibatnya, program Food Estate serupa dengan yang satu ini didirikan di Republik Indonesia.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, S. IP, dalam berbagai kesempatan telah menyatakan kesiapan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung penuh program Food Estate yang dicanangkan Pemerintah Pusat di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan adanya program Food Estate tersebut pastinya akan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi, pembangunan, dan tentunya kesejahteraan rakyat Indonesia tidak hanya di Kalteng.

“Proyek ini merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang dimotori oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, meskipun proyek tersebut diawali dengan ide besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Kalimantan Tengah,” ucap Haris.

“Dengan adanya program Food Estate ini maka dibukalah lahan sawah untuk pertanian seperti menanam jagung dan sebagainya,” imbuhnya.

“Saya selaku pemuda dari Kalimantan Tengah menantang pemberitaan yang ada di luar sana katanya program food estate ini tidak berhasil tapi proses-proses untuk menuju ketahanan pangan,” ungkap Haris.

Haris berharap program ini bertujuan untuk mencapai ketahanan pangan dan mencegah krisis pangan di masa depan, terutama terkait pandemi Covid-19. Ia menyebutkan bahwa program Food Estate di Indonesia dikembangkan berdasarkan tujuan Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah, dan program ini telah diterima dan didukung dengan baik.

Haris mengatakan, pemerintah pusat telah berperan dalam mensukseskan program profesional ini di Kalteng dan berbagai daerah di Kalteng. Ini termasuk lokasi mulai dari Kuala Kapuas hingga pegunungan di Kalimantan Tengah. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo secara langsung berkunjung ke lapangan dan berkesempatan menyaksikan langsung kondisi yang ada saat itu.

Prawiro berharap pada Pilpres kali ini, kita tidak terpecah belah melainkan bersatu dalam mendukung keberhasilan Food Estate milik pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan Indonesia. Prawiro ingin menekankan kepada mereka yang mengklaim bahwa Food Estate tidak berhasil, bahwa masih dalam proses pelaksanaan rencana pemerintah dari era Presiden Jokowi.

Prawiro menghimbau kepada semua pihak untuk terus mendukung program ini, terlepas dari koordinator atau promosi apapun, termasuk Prabowo Subianto sebagai Kementerian Pertahanan. Ini merupakan program milik seluruh rakyat Indonesia, khususnya yang berada di Kalimantan Tengah. Sangat penting bagi kita untuk bersatu dan mendukung pencapaian tujuan ketahanan pangan Indonesia melalui Food Estate milik pemerintah ini, terlepas dari perbedaan politik kita.

Berhasil atau tidaknya program ini masih berlangsung dan membutuhkan dukungan dari semua individu dan kelompok. Oleh karena itu, Prawiro berharap agar program Food Estate ini dapat terus didukung oleh semua pihak dan tidak dijadikan sebagai sarana untuk melemahkan individu atau kelompok manapun, termasuk Pak Prabowo yang saat ini menjabat sebagai koordinator di Kementerian Pertahanan.*#TIM#* www.lintasberita1.com