“85.000 Hektare (Ha) itu lahan Intensifikasi dan 79.000 Ha itu lahan Ekstensifikasi. Kemudian dalam perjalanannya di Tahun 2020 itu, kita fokus ke lahan Intensifikasi seluas 30.000 Ha, di Kabupaten Pulang Pisau 10.000 Ha dan Kabupaten Kapuas 20.000 Ha”, ucap Sarwo Edhy.

Lebih lanjut Sarwo Edhy menjelaskan di Kabupaten Pulang Pisau terdapat lebih kurang 200 Ha lahan yang belum tanam dan di Kabupaten Kapuas yang belum ditanam lebih kurang 3.000 Ha. Sarwo Edhy mengatakan hal tersebut dikarenakan terdapat titik yang masih banjir.

“Jumlah yang sudah ditanam secara Nasional Food Estate dari 30.000 Ha itu, lebih kurang sudah 27.000 Ha. Di Kabupaten Kapuas ini dari target 20.000 Ha, sudah ditanam lebih kurang 17.000 Ha”, jelas Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy juga mengatakan tujuan dari program ini yakni pertama menambah perluasan areal tanam baru.

“Artinya bahwa yang biasa tanam sekali itu sekarang bisa 2 kali. Mudah-mudahan sudah normal nanti bisa jadi 3 kali atau lebih. Harapannya para petani akan bertambah juga kesejahteraannya”tambanhnya.

Tujuan selanjutnya yakni meningkatkan produktifitas setiap hektar lahan agar bisa menghasilkan 3-5 ton perhektar.

Selain itu, Sarwo Edhy mengungkapkan tujuan selanjutnya yakni produksi diharapkan juga meningkat.

“ Kalteng akan menjadi penyangga pangan untuk diwilayah Timur”, tandas Sarwo Edhy.