Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk menjelaskan politik kepada generasi muda adalah dengan memberikan wadah berdiskusi.
Ia yakin dengan memberikan ruang bagi generasi milenial, generasi muda akan bersemangat terjun di dunia politik, baik sebagai kader politik, peserta pemilu, atau dalam kapasitas lainnya.
Wahid menyatakan di situlah generasi milenial akan menyaksikan. Namun, jika kita tidak memberikan ruang dan menjaga kesenjangan dengan generasi muda, mereka akan semakin menjauhkan diri, tidak sadar, acuh tak acuh, kurang informasi, dan tidak tertarik pada politik.
Wahid menyatakan, pendidikan politik mencakup mata pelajaran yang luas dan bentuknya bermacam-macam.
Wahid berharap pemilu 2024 dapat terselenggara secara efektif dan berjalan lancar sehingga menghasilkan pemimpin dan wakil yang kompeten bagi kemajuan suatu daerah di masa depan. *#TIM#* www.lintasberita1.com

