Joko Widodo menekankan beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan bersama. Pertama, bekerja fokus untuk peningkatan tingkat komponen dalam Negeri. Belanja barang dan jasa, belanja barang modal dan jasa harus diarahkan kepada pembelian produk-produk dalam Negeri.

Kedua, mempercepat hilirisasi industri yang dilakukan di Dalam Negeri, untuk meningkatkan lapangan pekerjaan untuk rakyat. Ketiga, tingkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi.

Keempat, tingkatkan investasi yang akan menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya. Kelima, Tahun 2023, akan dimulai lagi ketentuan sesuai regulasi defisit dibawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Keenam, agenda-agenda strategis untuk peningkatan SDM harus terus berjalan. Terakhir,  harus mempersiapkan pelaksanaan Pemilu yang tahapannya akan dimulai Bulan Juni 2022.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam laporannya menyampaikan sebagaimana diketahui, bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan penting yaitu pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 yang juga dihadapi seluruh Negara di dunia.

“Pelaksanaan Musrenbangnas Tahun ini sangat penting sebagai upaya menghasilkan RKP Pemerintah yang responsive, adaftif dan mampu merespon tantangan yang dihadapi bersama.