“Selain 17 cabang lomba tersebut pada saat acara penutupan akan dilaksanakan festival Mangenta yaitu salah satu tradisi khas suku dayak Kalteng dalam mengolah makanan yang mana kegiatan mangenta ini akan dicatat oleh Musium Rekor Indonesia, dalam pelaksanaan Mangenta ini tidak hanya diikuti oleh 14 kabupaten/kota di Kalteng namun juga kami undang seluruh SOPD dilingkup Pemprov Kalteng, instansi vertikal, Perbankan ,organisasi kemasyarakatan dan lain-lain untuk dapat terlibat dalam rangka melestarikan tradisi leluhur dan juga memperkenalkan kepada seluruh masyarakat baik lokal,nasional maupun manca negara akan tradisi dan makanan khas Kalteng ini”, ungkap Hj. Adiah Chandra Sari.
Adapun total seluruh kontingen Kabupaten/Kota yang akan memeriahkan FBIM tahun 2022 adalah sebanyak kurang lebih 2000 orang.
“Kita berharap semoga acara FBIM tahun 2022 ini mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan seni pertunjukan yang selama pandemi covid 19 ikut terpuruk”, tuturnya.
Launching dihadiri secara langsung dan virtual oleh Ketua TP PKK Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran selaku Ketua Dekranasda Prov. Kalteng, Forkopimda Prov. Kalteng, Sekretaris Daerah Prov. Kalteng, Staf Ahli Gubernur, Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng, Organisasi Perempuan Prov. Kalteng, Bupati/Walikota se-Kalteng, Pimpinan Perbankan/Istansi Vertikal, Penggiat Sosial Media/ Influencer dan Pelaku Seni, serta Ketua Organisasi dan Sanggar Seni.

